Informasi Umum

Hak Peserta yang berhenti bekerja atau pensiun atau meninggal dunia secara garis besar adalah sebagai berikut:

  1. Peserta yang berhenti bekerja setelah mencapai Usia Pensiun Dipercepat (sekurang-kurangnya 10 tahun sebelum Usia Pensiun Normal), atau pensiun atau meninggal dunia, berhak atas Manfaat Pensiun ( terdiri dari akumulasi iuran Peserta dan iuran Pemberi Kerja ditambah hasil pengembangannya).
  2. Peserta yang berhenti bekerja sebelum mencapai Usia Pensiun DIpercepat dan telah memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 3 tahun, berhak atas Manfaat Pensiun namun baru dapat dibayarkan setelah mencapai usia pensiun dipercepat.
  3. Peserta yang berhenti bekerja sebelum mencapai Usia Pensiun Dipercepat dan memiliki masa kerja kurang dari 3 tahun, berhak atas pengembalian akumulasi iuran Peserta sendiri ditambah bunga yang layak. Hak Peserta tersebut setelah diperhitungkan pajak dibayarkan secara sekaligus.

Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, pembayaran Manfaat Pensiun Peserta dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Sebanyak banyak 20% dapat dibayarkan secara sekaligus sebagai pembayaran dimuka
  2. Sebesar 80% harus dibelikan anuitas dari perusahaan asuransi jiwa untuk pembayaran pensiun secara bulanan.
  3. Selain pembayaran dimuka, peserta atau pihak yang berhak, berhak untuk memilih pembayaran Manfaat Pensiun secara sekaligus sebesar:
  • kurang dari sama dengan Rp. 500.000.000,- atau
  • di atas Rp. 1.500.000.000,-. ( Dalam hal pembayaran Manfaat Pensiun secara sekaligus di atas Rp. 1.500.000.000,- maka pembayaran yang dimaksud hanya pembayaran yang menjadi selisih lebih dari Manfaat Pensiun yang diterima setelah dikurangi Rp. 1.500.000.000,)-