FAQ

Dana pensiun Iuran Pasti (PPIP) adalah program pensiun yang menjanjikan manfaat pensiun merupakan akumulasi iuran peserta ditambah iuran perusahaan dan hasil pengembangan selama masa kepesertaan. Hasil pengembangan adalah hasil Usaha bersih ditambah Pendapatan Yang Belum Direalisir (PYBD) sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun (PDP) Bank Mandiri pasal 33 ayat (3);

Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) adalah program pensiun yang menjanjikan manfaat pensiun sesuai dengan rumus perkalian Masa Kerja x Penghargaan pertahun Masa Kerja dan Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) terakhir.
Perbedaan yang mendasar Antara PPIP dengan PPMP adalah sebagai berikut :

KETERANGAN MANFAAT PASTI IURAN PASTI
Manfaat Pensiun Formula :
2,5%x Masa Kerja x PHDp
Akumulasi Iuran dan Hasil Pengembangan selama masa kepesertaan
Iuran Sesuai perhitungan Aktuaris Ditetapkan dalam PDP (% terhadap PhDP)
Arahan Investasi Ditetapkan PENDIRI Ditetapkan PENDIRI bersama DEWAN PENGAWAS
Resiko Pengelolaan DP yang didukung PENDIRI DP yang didukung PESERTA
Administrasi Pencatatan secara Kumpulan Pencatatan sebagai Individual Account.
Pembayaran Pensiun Pembayaran bulanan kepada individu Oleh Dana Pensiun Pembayaran sekaligus, 20% kepada pensiunan dan 80% anuitas.
Bagi peserta yang sampai saat merger bank Mandiri (Juli 1999) telah memiliki masa kepesertaan lebih dari 3 (tiga) tahun sejak diangkat pegawai tetap, YA akan mempunyai 2 (dua) hak pensiun dari PPMP dan dari PPIP. Sedangkan bagi peserta yang sampai saat merger mempunyai masa kepesertaan kurang dari 3 (tiga) tahun, hanya akan mendapatkan manfaat pensiun dari PPIP, saldo PPMP sampai merger telah dialihkan ke PPIP dan merupakan saldo awal di PPIP.

Sesuai dengan PDP pasal 29 bahwa iuran peserta sebesar 5% (lima persen) dari gaji setiap bulan yang dipotong pada setiap tanggal gajian, dan iuran perusahaan adalah sebesar 10% (sepuluh persen) yang dicatat untuk dan atas nama peserta (individual account), dengan demikian setiap peserta pada setiap bulannya terhimpun iuran sebesar 15%(lima belas persen).

Iuran yang terhimpun dari peserta dan perusahaan pada setiap bulannya di-investasikan /dikembangkan pada jenis investasi yang diperkenankan sesuai dengan arahan investasi yang ditetapkan Pendiri bersama Dewan Pengawas DPBM.
Arahan investasi mengatur tentang batasan penempatan per-jenis investasi, batasan penempatan per-pihak, minimum hasil yang harus dicapai dan sangsi pelanggaran. Jenis investasi yang diperkenankan dan batasannya adalah sebagai berikut :

Surat Berharga Pemerintah RI Maks. 70%
Tabungan Pada Bank Maks. 10%
Deposito Maks. 100%
Deposit on call (DOC) Maks. 50%
Sertifikat Deposito Maks. 50%
Saham Bursa Maks. 25%
Obligasi Korporasi Bursa Maks. 50%
Sukuk Korporasi Maks. 30%
Unit Penyertaan Reksadana Maks. 10%
Efek Beragun Asset (KIK) Maks. 5%
Unit Penyertaan DI Real Estate (KIK) Maks. 10%
Penempatan Langsung Pada Saham Maks. 10%
Tanah dan atau Bangunan di Indonesia Maks. 15%

Dengan batasan dan jenis instrument investasi yang diperkenankan sebagaimana tersebut diatas, DPBM melakukan diversifikasi dan kombinasi penempatan untun mendapatkan imbal hasil yang maksimal namun tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.

Sesuai tujuannya, Dana Pensiun adalah untuk memberikan jaminan hari tua saat peserta sudah tidak bekerja lagi sebagai kesinambungan penghasilan. Dalam PDP usia pensiun pegawai Bank Mandiri adalah sesuai golongan jabatan sebagaimana pasal 28 adalah :

JENIS PENSIUN PEGAWAI  DIREKRUT
< 2003
PEGAWAI DIREKRUT
> 2003
Officer 56 Tahun 56 tahun
Pelaksana (Non frontliner/non satpam) 56 Tahun 46 tahun
Clerk & Frontliner 56 Tahun 36 tahun

Arahan investasi yang menjadi acuan DPBM dalam menempatkan dana disusun oleh Pendiri bersama Dewan Pengawas, komposisi Dewan Pengawas adalah representasi dari perwakilan Pendiri dan Peserta, dengan demikian arahan investasi telah memperhatikan aspirasi peserta melalui perwakilan yang ada dalam Dewan Pengawas.

Sesuai dengan karakteristik PPIP sebagaimana di sampaikan pada pertanyaan Nomor 2, diatas, resiko investasi yang dapat terjadi pada PPIP menjadi tanggung jawab peserta mengingat kekayaan DP-PPIP adalah milik seluruh peserta. Dengan demikian segala keuntungan maupun kerugian yang dialami DPBM akan menjadi keuntungan dan atau kerugian seluruh peserta secara proporsional sesuai besarnya dana masing-masing.

Sesuai dengan nama program dan pengertiannya, dalam program Iuran Pasti tanggung jawab perusahaan hanya sampai sebatas jumlah iuran yang ditetapkan dalam PDP yaitu sebesar 10% atau sebesar 2 (dua) kali iuran yang dibayar Peserta. Karena resiko investasi menjadi resiko peserta, maka Perusahaan berkepentingan untuk melindungi kelangsungan jaminan pensiunnya melalui pemberlakuan arahan investasi.

Pendapatan yang belum direalisir (PYBD) adalah selisih nilai harga instrument investasi pada saat pembelian/perolehan dibandingkan dengan harga pasar (nilai wajar). PYBD bisa positif dalam hal harga pasar lebih tinggi dari harga pembelian atau menjadi negative bila harga pasar lebih rendah dari harga perolehan. Dalam PDP pasal 33 ayat (3) PYBD juga dialokasikan kepada Peserta dan merupakan bagian dari Hasil Pengembangan.

DPBM telah menjalankan era keterbukaan informasi melalui website www.dapenbankmandiri.co.id dimana peserta dapat melihat perkembangan dan informasi pengelolaan dana pensiun termasuk informasi perkembangan saldo hak manfaat pensiun pada setiap bulannya. Dalam media ini juga disediakan forum komunikasi dimana Peserta dapat menyampaikan pendapat dan saran untuk perbaikan dan kemajuan institusi dana pensiun.

Penyampaian saran dan pendapat juga dapat dilakukan melalui surat kepada DPBM atau melalui email ke dapenbm@dapenbankmandiri.co.id.

Informasi perkembangan dana pensiun secara umum dapat diakses melalui website dana pensiun, penegasan saldo hak manfaat pensiun setiap tahun akan dikirim melalui alamat unit kerja masing-masing berupa slip individual account yang bersifat confidential. Sedangkan informasi pengeolaan secara tahunan disampaikan dalam bentuk annual report yang disampaikan setiap tahun melalui unit kerja bank Mandiri diseluruh Indonesia.

Dalam hal terjadi perubahan yang mendasar dalam peraturan dan kebijakan dana pensiun dilakukan melalui sosialisasi oleh pengurus DPBM pada setiap unit kerja bank Mandiri secara bergiliran.

Anuitas adalah produk perusahaan asuransi yang ditujukan untuk membayar manfaat pensiun kepada peserta atau pihak yang berhak selama seumur hidup. Anuitas merupakan kewajiban bagi peserta PPIP dengan jumlah manfaat tertentu dan merupakan 80% Hak Manfaat Pensiun pada saat peserta mencapai Usia Pensiun baik Normal maupun Dipercepat.

Batasan mengambil uang muka 20% adalah batasan maksimal yang diperkenankan oleh Peraturan Menteri Keuangan tentang Manfaat Pensiun, namun demikian bilamana jumlah akumulasi manfaat pensiun masih dibawah jumlah yang ditetapkan menteri keuangan (500 juta) maka seluruhnya (100%) dapat dibayarkan kepada Peserta. Batasan 20% uang muka dan perubahan besarannya adalah kewenangan menteri keuangan.

Tidak semua perusahaan asuransi menjual anuitas, hanya beberapa perusahaan yang telah mendapat izin menjual produk ini. Dalam memilih perusahaan asuransi beberapa kriteria yang harus diperhatikan adalah usia perusahaan perusahaan, pengalaman melayani anuitas, jaringan cabang, pemegang saham perusahaan. Sedangkan untuk memilih produk anuitas, yang perlu diperhatikan adalah apakah produk yang ditawarkan telah sesuai dengan keinginan dan rencana peserta dalam menjalani hari tua, missal apakah untuk seumur hidup atau sapai usia tertentu, apakah dengan pegembalian premi atau dengan santunan meninggal dll.

Sebelum menentukan pilihan produk anuitas dan perusahaan yang akan melaksanakan pembayaran manfaat pensiun, peserta diharapkan membandingkan terlebih dahulu baik dari segi institusinya maupun produknya secara komparatif, sehingga pilihan adalah yang terbaik.

Pembayaran manfaat pensiun dilanjutkan kepada janda/duda dalam hal peserta meninggal dunia dan kepada Anak yang belum dewasa. Untuk itu dalam memilih produk anuitas peserta harus memperhatikan term and conditions yang tercantum dalam polis dan meyakini bahwa pembayaran anuitas/pensiun sudah termasuk ahli waris.

Peserta yang telah berhenti bekerja dan telah menerima Surat Keputusan pember- hentian sebagai pegawai dapat mengajukan permohonan pembayaran hak manfaat pensiun kepada DPBM dengan mengisi form sesuai jenis manfaat. Pengajuan form dilampiri dokumen yang diperlukan seperti fotocopy SK Pemberhentian, KTP, KK, NPWP, Cover buku tabungan, sedangkan bagi ahli waris juga melampirkan Surat kematian, surat keterangan waris, surat nikah dan surat kuasa ahli waris.

Pajak adalah kewajiban kepada Negara, DPBM sebagai wajib pungut pajak berkewajiban memotong dan menyetorkan pajak atas pembayaran manfaat pensiun untuk dan atas nama peserta penerima. Besar pajak yang dipotong pajaknya adalah untuk jumlah diatas Rp.50.000.000,- dengan tarif tunggal 5% (lima perseratus) sedangkan untuk manfaat pensiun dibawah Rp.50.000.000,- bebas pajak.

DPBM akan melaksanakan proses pembayaran MP dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah berkas diterima dan dinyatakan lengkap. Yang dimaksud dengan Lengkap adalah termasuk iuran dan hasil pengembangan bulan terahir telah terakumulasi. Pelaksanaan hari pembayaran di DPBM adalah Selasa dan Kamis.

Saldo hak manfaat pensiun dapat dilihat melalui website www.dapenbankmandiri.co.id dengan cara log in menggunakan data pada kartu peserta.

  • Masukkan Nomor Peserta anda (bagian atas kartu tercetak lebih besar);
  • Masukkan password, yang merupakan gabungan Nomor Peserta dan NIP (gabung nomor atas dan bawah pada kartu, NIP dengan awal 0 (nol) diabaikan).

Layanan saldo melalui SMS adalah inovasi DPBM untuk memudahkan peserta memperoleh informasi saldo secara cepat, mudah dan dapat diakses selama 24 jam. Untuk memperoleh layanan ini Peserta harus melakukan registrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan PIN yang dapat digunakan selamanya.

  • Nomor layanan SMS adalah 0811-180-2836;
  • Untuk registrasi, ketik Reg#IDPeserta#NIPMandiri#TglLahir (yyyy-mm-dd)
    (Bilamana registrasi anda berhasil akan mendapatkan jawaban dan PIN);
  • Untuk cek saldo, ketik Saldo#IDPeserta#NipMandiri#pin
  • Untuk ubah No HP, ketik Update#IDPeserta#NipMandiri#pin
  • Untuk unregistrasi, ketik Unreg#IDPeserta#NipMandiri#pin

Kartu peserta diterbitkan sebagai informasi nomor peserta, dimana dengan nomor ini peserta dapat log-in pada website dana pensiun dan melihat saldo hak manfaat pensiun setiap saat. Kartu peserta juga berfungsi sebagai bukti bahwa pegawai tersebut telah terdaftar sebagai peserta dana pensiun, dengan demikian peserta terikat untuk memenuhi kewajibannya serta berhak atas manfaat pensiun pada saat pensiun